Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh terus bergerak masif dalam mencetak generasi muda yang sadar hukum. Melalui program unggulan Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Tim Penkum Kejati Aceh menyambangi SMA Negeri 1 Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (25/02/2026). Foto: Hms Kejati Aceh
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh terus bergerak masif dalam mencetak generasi muda yang sadar hukum.
Melalui program unggulan Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Tim Penkum Kejati Aceh menyambangi SMA Negeri 1 Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (25/02/2026).
Kunjungan ini menandai sekolah ketujuh yang berhasil diedukasi sejak awal tahun 2026.
Membawa semangat “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”, program ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan upaya preventif dalam membentengi pelajar dari ancaman kenakalan remaja, bullying, hingga bahaya laten narkotika.
Membangun Mimpi Menjadi Penegak Hukum Kepala Seksi Penerangan Hukum
(Kasi Penkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., dalam orasinya membakar semangat
para siswa untuk berani bermimpi besar.
Ia menegaskan bahwa menjadi seorang Jaksa bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian yang menuntut standar tinggi.
“Menjadi Jaksa butuh kerja keras. Syaratnya minimal lulusan S1 Hukum dengan IPK 3,5. Tapi ingat, kecerdasan akademik (nilai A) tidak cukup.
Kalian harus memiliki integritas, akhlak yang mulia, dan iman yang kokoh,” tegas Ali Rasab di hadapan ratusan siswa.
Ia juga membedah peran krusial Jaksa sebagai jembatan keadilan mulai dari
melakukan penuntutan, mengeksekusi putusan hakim, hingga menangani kasuskasus besar seperti korupsi dan pelanggaran HAM berat.







