“KCP Tualang Cut ini lahir karena kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, kami berharap kehadiran KCP Bank Aceh Syariah di Tualang Cut ini membawa manfaat bagi masyarakat Manyak Payed khususnya dan Aceh Tamiang pada umumnya,” ungkap pria kelahiran 15 April 1963 di Desa Alur Pinang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan ini.
Disebutkannya, hingga Juni 2022, aset Bank Aceh Cabang Kuala Simpang tercatat sebesar Rp 794 miliar atau tumbuh 9 persen bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, pembiayaan tercatat sebesar Rp 695 miliar atau tumbuh sebesar 7,5 bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemudian dana pihak ketiga sebesa Rp 660 miliar atau tumbuh hampir sebesar 40 persen bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya dan pencapaian tersebut tentunya patut mendapatkan apresiasi di tengah ketidakpastian perekonomian global maupun nasional di tengah pemulihan ekonomi pandemi covid-19.
“Hari ini Bank Aceh masih tangguh, tumbuh dan terdepan dalam memberikan kontribusi perekonomian, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga nasional,” sebutnya sembari menyampaikan, hingga Juli 2022, Bank Aceh telah memiliki aset sebesar Rp 29,5 triliun, realisasi pembiayaan telah mencapai Rp 16,8 triliun, dan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp 25 triliun.
Lanjutnya, sebagai bank yang menguasai market share di Aceh, Bank Aceh terus melakukan sejumlah inovasi, setelah meluncurkan layanan digital seperti action mobile banking, kartu debit, QRIS, EDC dan Pengcard, Insya Allah dalam waktu dekat Bank Aceh akan segera meluncurkan internet banking, layanan laku pandai hingga penambahan fitur pada action mobile banking.







