“Aceh memiliki modal di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, dan pertambangan, sehingga menjadi kekuatan untuk mendukung hilirisasi industri di Aceh.
Hal ini juga didukung dengan ketersedian Infrastuktur untuk mendorong terlaksananya hilirisasi industry di Aceh. Dengan demikian, diperlukan kebijakan yang pro investasi dan dukungan para pihak untuk mewujudkan hilirisasi industry di Aceh dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat Aceh, termasuk juga hambatan di bidang investasi menjadi tugas kita bersama untuk kita selesaikan dengan terus meningkatkan daya saing daerah untuk menarik minat investor ke Aceh, “ ungkap Rony Widijarto P.
Sementara, Marzuki, S.H selaku PLH. Kepala DPMPTSP Aceh dalam laporannya menyatakan, sektor hilirisasi menjadi tujuan bersama yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah melalui kemasan yang baik dan menarik.
Aceh memiliki komoditas unggulan yang memiliki kualitas tinggi sebagai sektor strategis, sehingga peningkatan produktivitas dan nilai tambah akan berperan dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Aceh.
“Forum ini bertujuan mengajak semua pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh melalui industri pengolahan dengan memberdayakan komoditas unggulan Aceh berbasis SDA, mengembangkan ekonomi berbasis kawasan dan menghasilkan kegiatan prioritas untuk pemenuhan target realisasi investasi tahun 2023-2026, “ ujar Marzuki.
Rahmadhani, M.Bus, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Investasi (P2IPM), DPMPTSP Aceh menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan dalam dua sesi, yaitu pagi dan sore hari.








