Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Almuniza Harap Komunitas Film di Aceh Lahirkan Karya Bersama

172
×

Almuniza Harap Komunitas Film di Aceh Lahirkan Karya Bersama

Sebarkan artikel ini
IMG 20230908 WA0018

“Jadi karakteristik sebuah karya harus ada di dalam diri teman-teman, minimal di saat menghasilkan karya memiliki standar karena itu penting bagi sebuah produksi,” tutur Almuniza.

Almuniza menegaskan, melalui lokakarya ini para production house bisa meng-copy paste tema yang sudah didengungkan oleh Disbudpar “Lestarikan Budaya dan Majukan Pariwisata” untuk mendeferensiasikan sebuah film atau karya yang bisa berbeda dari anak-anak muda di luar sana.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh selain fungsinya menggambarkan ataupun mengkomandoi sebuah perilaku dalam berkebudayaan Aceh, juga memiliki tanggung jawab untuk memasarkan ataupun menghidupkan destinasi kepariwisataan pada khalayak ramai.

“Saya berharap teman-teman yang memiliki production house di masing-masing komunitas bisa menghasilkan sebuah karya bersama untuk menunjukkan kekompakkan kita. Orang Aceh itu sebenarnya memang kompak-kompak semua cuma belum ada yang menjahitnya, kalau kita umpamakan pada event ada namanya show director,” ungkap Kadisbudpar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Keuangan Dana, Sarana dan Keseketariatan, Iqbal Idris Aly menjelaskan, perkembangan teknologi tidak bisa dielak terutama pada kebutuhan handphone pada subsektor perfilman.

Iqbal menyebutkan, Aceh banyak potensi untuk mendukung subsektor perfilman di antaranya sumber daya manusia, alamnya mendukung, kuliner, yang harus dibarengi oleh perkembangan Information Technology (IT), dan kolaborasi seluruh stakeholder.

Menurutnya, para production house yang berhadir hari ini tentunya akan menambah pengetahuan. Sehingga ia yakin dan percaya nanti kedepan, production house di Aceh ini akan lebih menonjol di nasional dan internasional dan pihaknya menyambut baik acara ini. “Selamat berlokakarya sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,” tutup Iqbal.

Girl in a jacket