Dalam kesempatan itu walikota mengajak seluruh peserta pembinaan Bela Negara Tahun 2020 ini, untuk memahami dan tidak mengartikan bela negara secara sempit.
“Sosialisasikanlah pemahaman ini secara lebih masif agar semangat bela negara menjadi spirit bagi setiap rakyat Indonesia,” pintanya
Apalagi kini, kata walikota di tengah pandemi Covid-19, dibawah penerapan protokol kesehatan dapat menjadi tauladan bagi setiap masyarakat dalam upaya Bela Negara.
Walikota juga mengajak para peserta untuk terlibat aktif dalam menjalankan protokol Kesehatan di daerahnya masing-masing, sehingga semangat Bela Negara dapat kita rasakan di dalam kehidupan sehari-hari.
Ianya berharap, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi pedoman untuk memperkuat semangat saudara-saudari agar lebih cinta kepada bangsa dan negara, sehingga dengan segenap jiwa raga siap menjalankan misi bela negara
Ia yakin dengan pembelaan negara ini dapat menjadi modal pengetahuan untuk mendidik para peserta dan lingkungan sekitar.
Walikota juga mengucapkan terima kasih kepada Rindam IM yang akan memberikan materi kepada masyarakatnya selama 5 hari kedepan.
Kepada seluruh peserta walikota mengatakan, agar dapat memanfaatkan momen tersebut. “Jangan pernah berhenti belajar dan berlatih. Sebab ilmu yang diperoleh dari pembinaan ini merupakan modal dasar yang dapat dikembangkan nantinya,” pungkasnya.
Sebelumnya panitia pelaksana Zulkifli, mengatakan pelatihan Bela Negara tersebut diikuti 100 Orang peserta terdiri dari unsur pemuda dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh, dan dilaksanakan selama lima hari sejak 12 hingga 15 Oktober 2020.







