Saprijal melanjutkan, selain STKIP, para dosen STISIP Al Washliyah Banda Aceh yang mendapatkan hibah dengan kalkulasi tahun 2020 sebanyak 3 orang, Tahun 2021 ada 1 orang, tahun 2023 sebanyak 4 orang dan total keseluruhan 8 kali lolos penelitian klaster PDP dan 2 dosen bisa melanjutkan usulan pada klaster PKDN dengan syarat tertentu.
“Maka dengan terlaksananya kegiatan workshop ini dapat membangkit semangat para bapak/ibuk dosen untuk mengusulkan proposal penelitian anggaran 2024. Dan tentu harapannya dapat menjemput kemenangan dalam berlaga nantinya,” jelasnya.
Ketua PD Al Washliyah Kota Banda Aceh, Yusra Jamali saat membuka acara mengatakan pihaknya akan memberikan reward kepada para Dosen yang lolos atau diterima proposal penelitian dan memiliki kuantitas publikasi ilmiah yang banyak.
Semakin banyak proposal penelitian yang diterima akan menaikkan rating kampus Al Washliyah pada predikat luar biasa ditingkat nasional maupun internasional.
“Ada sebuah kebanggaan bagi kampus jika proposal penelitian diterima. Akan ada dana stimulus dari kampus bagi dosen yang ada pencapaian diterimanya proposal. Dana itu digunakan untuk maintenance dosen-dosen,” pungkasnya.
Sementara itu, Muslem Daud dalam materinya, menjelaskan kiat-kiat yang harus dicapai oleh para Dosen jika proposal penelitiannya ingin diterima.
Muslem juga mengingatkan akan pentingnya peran dari P3M sebagai pengelola keuangan penelitian yang sangat menentukan.
Selain itu, perkiraan-perkiraan yang mengakibatkan sebuah proposal diterima atau tidak disebabkan oleh tidak adanya kesesuaian dengan panduan dan aturan-aturan yang berlaku yang ditetapkan oleh kementerian.







