Bustami mengungkapkan, salah satu persoalan yang kerap muncul dalam pelayanan di rumah sakit daerah adalah, sistem rujukan yang berjalan lambat.
Dari beberapa pengalaman yang ada, sistem rujukan sangat bergantung pada SDM, sarana dan prasarana, metode, peralatan, dan biaya.
“Bagi Pemerintah Aceh, pemenuhan hal-hal ini merupakan perhatian utama sebelum masuk ke tahap rujukan.
Karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem layanan Puskesmas di seluruh pelosok daerah,” kata Gubernur.
Selain itu, sambung Gubernur, peningkatan fasilitas, penyediaan tenaga medis yang andal, serta distribusi obat yang merata, juga penting agar pelayanan di tingkat dasar berjalan maksimal.
Jikapun, dibutuhkan penanganan lebih untuk kasus tertentu, diupayakan agar rujukan berjalan cepat.
“Di sinilah upaya peningkatan kapasitas rumah sakit rujukan dengan tenaga medis yang kompeten dan peralatan modern, menjadi hal yang sangat penting.
Kami juga berupaya terus memperkuat rumah sakit daerah sebagai tempat pendidikan dokter spesialis sehingga proses transformasi ilmu terus berkesinambungan,” tandas Gubernur.
“Kita tentu menyadari, tuntutan masyarakat akan layanan kesehatan yang cepat dan akurat terus meningkat. Karena itu, besar harapan kami, Rakernas ini bisa menghasilkan rekomendasi dan langkah strategis, agar Rumah sakit Daerah bisa meningkatkan layanannya di semua lini,” imbuh Bustami.
Oleh karena itu, ARSADA sangat diharapkan berada di garis terdepan mengawal semangat ini, sehingga mampu mewujudkan layanan kesehatan terbaik demi tercapainya Indonesia Emas 2045.







