Sementara ini Direktur RSJ Aceh, Dr. Hanif, mengungkapkan bahwa fasilitas baru di Rumah Sakit Jiwa ini merupakan bagian dari empat program utama yang dicanangkan rumah sakit, yakni peningkatan pelayanan kesehatan jiwa, rehabilitasi ketergantungan napza, rumah sakit pendidikan dokter spesialis jiwa, dan rehabilitasi psikososial terpadu.
Dr. Hanif memaparkan jika banyak kasus di mana sebagian besar pasien di RSJ Aceh seringkali tidak lagi dikunjungi oleh keluarga, bahkan setelah sembuh. Untuk mengatasi ini, RSJ Aceh telah memulai program rehabilitasi terpadu yang bertujuan melatih kemandirian pasien sebelum mereka dipulangkan.

Dr. Hanif menambahkan bahwa RSJ Aceh menghadapi tantangan dengan pasien yang tidak diketahui alamatnya atau sudah bertahun-tahun dirawat. “Ada sekitar 50 pasien yang tidak jelas alamatnya, beberapa di antaranya sudah lebih dari lima tahun di sini,” katanya. Program rehabilitasi terpadu diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi masalah ini dan meningkatkan pelayanan bagi pasien.
Penyerahan Kursi Roda untuk Atlet PON XXI
Sebelum peresmian gedung, Pj Gubernur Safrizal juga menyerahkan satu unit kursi roda kepada atlet paralayang asal Bangka Belitung, Suprayitno, yang mengalami cedera tulang belakang saat berlaga di PON XXI Aceh-Sumut. Penyerahan tersebut diterima oleh Ketua Kontingen Bangka Belitung, Ferdian Hermawan Lubis, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Aceh terhadap kondisi para atlet yang bertanding di PON.
Suprayitno mengalami kecelakaan akibat angin kencang saat mendarat. Berkat penanganan medis yang cepat, kondisinya berangsur pulih. Pj Gubernur Safrizal menyempatkan diri menjenguk Suprayitno, serta wasit panahan asal Blitar, Candra Setiawan, yang juga dirawat intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin.







