Ketua HIMAB, Isratullah, menyatakan bahwa LAGA bukan sekadar acara politik biasa. “Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap pemilihan.
Bukan lagi soal siapa yang paling populer, tetapi siapa yang memiliki gagasan kuat untuk membawa Aceh Besar maju. LAGA adalah ruang untuk melantakkan gagasan, menguji kekuatan visi dan misi calon pemimpin kita dan tidak melahirkan pemimpin yang bermental kerdil”
Sebagai organisasi mahasiswa yang netral, HIMAB sekali lagi menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan politik yang cerdas dan berintegritas.
LAGA Chapter I bukan hanya sekadar acara dialog, tetapi ini langkah strategis untuk menata masa depan Aceh Besar dengan lebih baik.
HIMAB ingin memastikan bahwa pemimpin yang terpilih benar-benar siap menjalankan mandat rakyat, bukan sekadar menjadi pemenang dari permainan politik.
“LAGA bukan akhir, ini baru permulaan. Kami ingin memastikan bahwa politik Aceh Besar ke depan lebih partisipatif dan inklusif. Kami akan terus menjadi penggerak utama dalam menyuarakan kepentingan masyarakat, bukan hanya dalam pemilihan ini, tapi juga seterusnya,” tambah Isratullah.
“Dan kegiatan LAGA juga akan menjadi kegiatan berkelanjutan dan menghadirkan Paslon bupati nomor urut selanjutnya dan di akhir akan menghadirkan seluruh Paslon (pasangan calon),” lanjut Isratullah.
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati No urut 1 yang hadir memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif HIMAB ini. Mereka mengakui bahwa dialog terbuka seperti ini adalah sarana yang efektif untuk menyampaikan program mereka secara langsung kepada masyarakat, sekaligus mendengar aspirasi dan kekhawatiran masyarakat secara langsung. dan berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi mahasiswa lain.







