“Banyak cara yang dilakukan untuk membangun komunikasi, termasuk dengan memberikan ucapan selamat secara pribadi atau cara lainnya.
Kami telah melakukan atas terpilihnya tiga putra terbaik Aceh dalam KMP, seperti Pak Sugiono, Pak Riefki dan Pak Nezar.
Bagaimanapun kita harus bangga, mereka putra terbaik Aceh yang diberi untuk kehormatan bergabung di KMP,” tandas Iswanto.
Di sisi lain, potensi untuk mengakselerasi pembangunan dan kesejahteraan itu juga ada dengan anggota DPR RI dan DPD, terutama dengan mereka yang tergabung dalam Forbes Aceh di Jakarta.
Selama ini di periode legislatif sebelumnya, Aceh Besar telah membangun komunikasi tersebut, hingga turunnya berbagai bantuan untuk Aceh Besar, mulai dari bantuan peralatan hingga irigasi di sektor pertanian, hingga bantuan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Langkah langkah konkret seperti ini yang perlu kita lakukan, hingga banyak proyek yang turun ke Aceh Besar, jika berharap dana APBK tentu itu sangat tidak memungkinkan,” ujar Iswanto.
Di sisi lain, Iswanto mengingatkan jajaran OPD untuk membangun komunikasi yang intens dengan jajaran DPR Aceh dan DPRK Aceh Besar.
Khusus untuk sinergi dengan jajaran DPRK, setiap OPD harus tahu dengan komisi apa mereka berdampingan, sehingga akan mudah untuk bermitra dalam menjalankan fungsi dan tugas masing masing.
“Jangan sampai terjadi, OPD tak tahu dengan komisi mana di DPRK mereka bermitra, sehingga muncul kesan, ketika butuh baru mencari dan membangun komunikasi.
Jelas ini tak efektif, sehingga misi yang diharapkan malah gagal di tengah jalan,” tutur Iswanto seraya menambahkan, komunikasi itu bukan hanya di gedung ber ac atau ruang kerja, namun jauh lebih efektif dalam suasana informal seperti di kedai kopi atau bahkan lesehan di meunasah.







