“Pemasaran kita memang masih kurang, padahal pasar kita begitu luas di seluruh Indonesia bahkan dunia, pasar itu bisa kita jangkau dengan digitalisasi,” kata Safriati.
Kemudian, kata Safriati, dalam waktu 1 sampai 2 bulan ini pihaknya sedang menyiapkan galeri produk kerajinan Aceh di Banda Aceh. Nantinya produk kerajinan perajin di Aceh Utara juga bisa dipajang di galeri tersebut.
“Galeri tersebut nantinya akan dikunjungi tamu yang datang ke Aceh, tentu ini juga menjadi pasar baru,” kata Safriati.
Sebelumnya, Pj Ketua Dekranasda Aceh Utara Awirdalina, mengatakan, kerajinan tas bordir merupakan produk unggulan di Aceh Utara. Khusus di Gampong Meunasah Aron, jumlah perajin bordiri mencapai 265 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Mereka terhimpun dalam 9 kelompok usaha.
“Oleh sebab itulah, gampong ini diresmikan pemerintah sebagai kawasan sentra bordir,” kata Awirdalina.
Awirdalina mengatakan, kendala yang dihadapi para perajin saat ini adalah terbatasnya pemasaran produk ke luar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami mohon bantuannya supaya para perajin disini bisa lebih berkembang secepatnya,” kata Awirdalina.
Selain memberikan pembinaan untuk perajin, dalam kesempatan itu Pj Ketua Dekranasda Aceh Safriati dan Pj Ketua Dekranasda Aceh Utara Awirdalina, juga memborong sejumlah tas dan dompet bordir yang dijual perajin setempat. []







