Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Pj Ketua Dekranasda Aceh: Kreasi Penting, Namun Orisinalitas tetap harus Dijaga

71
×

Pj Ketua Dekranasda Aceh: Kreasi Penting, Namun Orisinalitas tetap harus Dijaga

Sebarkan artikel ini
IMG 20241130 WA0004

Wanita yang akrab disapa Kak Nana ini mengungkapkan, saat ini Budaya Dataran Tinggi Gayo, khususnya Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman sangat diminati oleh masyarakat di luar Aceh, bahkan diperlombakan.

“Beberapa waktu lalu saya membuka secara resmi Festival Ratoeh Jaroe di Taman Mini Indonesia Indah. Peaertanya adalah siswi dari seratusan sekolah di Jabodetabek. Selama ini, Tari Ratoeh Jaroe dan Tari Saman menjadi kegiatan Ekstrakurikuler yang sangat diminati di Jabodetabek,” ungkap Safriati.

“Bayangkan, Tari dari wilayah paling ujung barat Indonesia, dilestarikan, ditarikan, diperlombakan nun di Ibukota negara. Saat masyarakat luar Aceh mulai mencintai dan turut melestarikan kesenian kita, maka kita harus juga melakukan lebih, karena itu, saya sudah membicarakan hal ini dengan Kadisbudpar Aceh, agar setiap sekolah juga menjadikan Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman serta tari dan budaya Aceh lainnya menjadi ekstrakurikuler di Aceh, sebagai sarana menjaga budaya dan tradisi,” sambung Safriati.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2011 Tari Saman ditetapkan oleh badan dunia Unesco sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda dalam sidang yang diselenggarakan di Bali pada 24 November 2011 silam. Sementara itu, Tari Ratoeh Jaroe pernah dipentaskan pada Pembukaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Saat itu, Tari Ratoeh Jaroe yang dipentaskan secara kolosal oleh 1.600 penari yang berasal dari pelajar SMA se-Jakarta berhasil memukau ribuan pasang mata yang memadati Stadion Gelora Bung Karno dan jutaan penonton lainnya yang menyaksikan di layar kaca.

Girl in a jacket