“Dengan memiliki rumah yang dekat dengan tempat mengajar, para guru bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa tanpa terbebani masalah tempat tinggal,” ujar Fadhlullah.
Selain itu, Fadhlullah mengapresiasi langkah pemerintah pusat, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang telah berkomitmen menyediakan rumah subsidi bagi guru.
Wagub Fadhlullah berharap program ini dapat terus diperluas sehingga lebih banyak guru yang dapat menikmati fasilitas perumahan yang layak.
Sebagai bagian dari program nasional ini, pemerintah menargetkan pembangunan 20.000 unit rumah subsidi di seluruh Indonesia dengan anggaran sebesar Rp 3,4 triliun. Program ini diperuntukkan bagi PNS, PPPK, honorer, dan guru swasta yang penghasilannya tidak lebih dari 7 juta untuk yang belum menikah dan 8 juta untuk yang sudah menikah, dengan lokasi pembangunan yang tersebar di delapan wilayah di Indonesia, termasuk di Aceh.
Dari Aceh, acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pembiayaan Perumahan Pedesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Raden An An Andri Hikmah, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, Kepala Dinas Perkim Aceh, T. Aznal Zahri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat serta Branch Manager BTN Syariah Banda Aceh, Muhadi Eko Putra. []







