“Saya juga berharap agar anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini adalah anak-anak yatim yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kita untuk memastikan tidak ada lagi anak Aceh Besar yang tertinggal dalam pendidikan,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Sentra Darussa’adah menyampaikan kesiapan mereka untuk membuka rombongan belajar (rombel) awal dengan kuota sebanyak 50 siswa. Mereka juga menyatakan bahwa prioritas peserta didik adalah anak-anak dari Kabupaten Aceh Besar.
Program Sekolah Rakyat tersebut diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi kesenjangan pendidikan serta mendorong terciptanya generasi muda yang berkualitas di tengah tantangan sosial ekonomi masyarakat.(*)







