Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Tgk Ramza: Enam Bentuk Jihad di Jalan Allah

38
×

Tgk Ramza: Enam Bentuk Jihad di Jalan Allah

Sebarkan artikel ini
IMG 20250718 143830

Keempat, bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah pada waktu sahur. Waktu sahur adalah waktu mustajab, dan taubat pada saat itu sangat dianjurkan. Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Az-Zumar: 53 bahwa Allah menerima taubat hamba-Nya selama pintu taubat belum ditutup.

Kelima, bersahabat dengan orang-orang yang saleh. Menurut Tgk. Ramza, bersahabat dengan orang baik akan memberi pengaruh positif bagi kehidupan dunia dan akhirat. “Mereka ibarat lentera dalam kegelapan,” ujarnya. Sebaliknya, persahabatan dengan orang jahat justru menjerumuskan, bahkan bisa membawa kepada akhir kehidupan yang buruk.

Keenam, menjauhi yang haram dan yang syubhat. Baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, maupun harta. Hal ini penting agar ibadah yang dilakukan diterima Allah dan kehidupan diberkahi. Ia mengingatkan sabda Nabi, “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengakhiri khutbahnya, Tgk. Ramza mengajak umat Islam senantiasa istiqamah dalam menjalankan enam perkara tersebut sebagai bagian dari jihad pribadi. Ia menutup dengan ayat Al-Qur’an: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Ankabut: 69).

“Semoga kita semua diberikan taufik oleh Allah untuk dapat mengamalkan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Tenaga Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Peukan Bada ini. (Ridha Yunawardi)

Girl in a jacket