Dalam sambutannya, Ketua PW FAHMI UMMI Aceh yang baru dilantik, Hj. Cut Afni Zahara, S.EI., menegaskan bahwa organisasi bukan hanya wadah berhimpun, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan potensi, meningkatkan kapasitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Ia mengajak seluruh pengurus FAHMI UMMI untuk memperkokoh tekad dan terus membangun sinergi demi tercapainya tujuan bersama.
Adapun Ketua Dewan Penasihat FAHMI UMMI Aceh, Ir. H. TA Khalid, M.M., menilai bahwa FAHMI UMMI merupakan organisasi yang menjadi sarana kolaborasi bagi muslimah Indonesia dalam mengembangkan potensi, memberdayakan diri, serta berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.
Sejalan dengan hal itu, dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Mahdi Effendi menyatakan bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil jika hanya dijalankan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, keberadaan organisasi perempuan seperti FAHMI UMMI dinilai sangat penting untuk turut mendukung pembangunan.
“Pembangunan daerah tidak bisa hanya dijalankan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti FAHMI UMMI,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Ketua Umum FAHMI UMMI, Maya Suhasni Siregar menyampaikan bahwa Aceh memiliki potensi yang luar biasa mulai dari banyaknya produk halal hingga wisata religi. Ia menyebutkan FAHMI UMMI siap berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan program-program nasional dapat hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh.







