Yulhendri juga menyampaikan bahwa jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban yang terseret arus banjir bandang. Tidak tertutup kemungkinan korban berasal dari kuburan yang hanyut atau warga yang hilang namun belum terdata. Namun, hal tersebut masih akan diidentifikasi.
“Mengingat identitas korban belum diketahui, kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat segera menghubungi kepolisian atau RSUD H. Sahudin,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai pascabanjir. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda mencurigakan atau informasi terkait orang hilang. []







