Menurut Bambang, keberhasilan untuk keluar dari jaringan internasional dan berdiri secara mandiri tidak lepas dari dukungan masyarakat, media, dan para pelaku industri perjalanan.
“Saat ini di Kota Banda Aceh, Muraya Hotel Aceh dan Alhamra berada di bawah satu manajemen. Kami berharap teman-teman media tetap memberikan dukungan meskipun sudah tidak lagi menggunakan embel-embel Kyriad,” katanya.
Berdasarkan penelusuran, keputusan rebranding tersebut juga dipengaruhi oleh penurunan tingkat hunian (okupansi) yang mencapai 30 persen pada periode Januari hingga Juni 2025. Manajemen berharap kegiatan-kegiatan pemerintah kembali digelar untuk mendongkrak tingkat kunjungan dan okupansi hotel.
Meski kini beroperasi secara independen, Muraya Hotel Aceh menegaskan komitmennya untuk tetap memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat lokal guna meningkatkan daya saing dan pelayanan di industri perhotelan Aceh. []







