Beberapa pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar, seperti tukang las, barista, hingga pembuatan kue yang saat ini sedang berkembang.
Namun, berdasarkan catatan BPVP, dari banyaknya lulusan yang dilatih, hanya sebagian kecil yang terserap ke dunia kerja. Sebagian lainnya tidak diketahui arah selanjutnya.
Meski demikian, pihaknya terus meningkatkan kualitas pelatihan dengan program yang lebih modern serta pemberian sertifikasi.
Sementara Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, M Zidan Al Hafidh menyampaikan, bahwa beberapa usaha potensial yang ada di Banda Aceh harus mendapatkan pendampingan, agar mereka bisa naik kelas.
Ia juga menyoroti kalangan Gen Z yang saat ini mendapatkan banyak informasi, tapi tidak detail. Sehingga di dunia kerja dan dunia usaha mereka akan cepat bosan. Kondisi itu dinilai menjadi kendala.
Sementara itu, beberapa pelaku usaha di Banda Aceh, seperti dari sektor perhotelan, mengakui masih ada hal yang perlu ditingkatkan dari tenaga kerja muda, terutama kegigihan, loyalitas, dan hospitality.
Mereka menyampaikan masih terdapat persoalan pada kualitas SDM yang perlu dikembangkan. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa untuk membiasakan senyum kepada pelanggan saja masih menjadi tantangan.
Menutup RDPU, Irwansyah menambahkan bahwa perguruan tinggi setiap tahun terus meluluskan ribuan alumni.
Namun, serapan tenaga kerja masih sangat kecil. Jika tidak ada upaya penyerapan yang lebih baik, angka pengangguran dikhawatirkan akan terus meningkat. []







