“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan ekonomi kepada masyarakat,” kata Mualem.
Menurutnya, operasi pasar tersebut tidak hanya menghadirkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.
Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula, telur, serta kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih stabil sehingga diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok adalah tanggung jawab kita bersama demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga kelancaran distribusi logistik serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok di seluruh wilayah Aceh.
Adapun lokasi pelaksanaan operasi pasar di masing-masing daerah antara lain di Banda Aceh meliputi Kecamatan Banda Raya, Kuta Alam, dan Meuraxa. Di Lhokseumawe dilaksanakan di Kecamatan Muara Satu, Muara Dua, dan Banda Sakti.
Sementara di Aceh Tamiang berlangsung di Kecamatan Karang Baru/Simpang, Tenggulun, dan Seruway. Di Aceh Tengah digelar di Kecamatan Bebesen, Pegasing, serta Lut Tawar.
Sedangkan di Aceh Barat dilaksanakan di Kecamatan Johan Pahlawan dan Samatiga.







