Target Pemerintah Aceh adalah menurunkan kemiskinan ke kisaran 9,0–10,60 persen, menekan pengangguran terbuka menjadi 4,30– 4,45 persen, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke level 5,9 persen.
“Untuk hasil yang lebih baik, melalui forum ini mari kita perkuat sinergi dan menghadirkan manfaat yang terbaik untuk masyarakat Aceh,” kata Mualem.
Mualem juga menyebutkan bahwa Tema pembangunan Aceh Tahun 2027 adalah: “Percepatan Pemulihan Pascabencana Melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan.”
Sebagai daerah yang rawan bencana, kata Mualem, penyusunan RKPA Tahun 2027 juga harus mengacu pada dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). “Integrasi dokumen ini menjadi langkah strategis agar pembangunan tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam mitigasi risiko bencana,” katanya.
Selain itu, Mualem juga menetapkan 10 (sepuluh) prioritas pembangunan Aceh Tahun 2027, yaitu:
- Penguatan Pelaksanaan Syariat Islam (Aqidah, Akhlak, Muamalah);
- Penguatan Implementasi Kekhususan dan Keistimewaan Aceh;
- Penurunan Angka Kemiskinan;
- Hilirisasi dan Industrialisasi Berbasis Sumber Daya Alam dan Maritim;
- Penciptaan Lapangan Kerja;
- Transformasi Digital yang Terintegrasi;
- Peningkatan Infrastruktur yang Berkualitas;
- Peningkatan Sumber Daya Manusia, Sains dan Teknologi;
- Tata Kelola Birokrasi dan Kemandirian Fiskal Daerah;
- Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup.
Pada acara Musrembang ini hadir Staf Ahli Kementerian Pekerjaan Umum Bidang Keterpaduan Pembangunan, Edy Juharsyah, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Medrilzam, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah.
Selain itu, juga Ketua dan Anggota Forbes DPR/DPD RI asal Aceh, pimpinan DPR Aceh, Para Ketua Komisi DPRA, Sekretaris Daerah Aceh beserta jajaran, Para Bupati/Walikota, Ketua DPRK, dan Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Aceh, Para Rektor, Para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan LSM, serta insan pers; dan Tim Penyusun RPJMA.[]







