Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat sekaligus mempertegas kepemimpinan BSI dalam ekosistem keuangan syariah untuk haji dan umrah.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan bahwa penguatan kehadiran di Arab Saudi merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan untuk membangun konektivitas layanan keuangan syariah lintas negara yang mampu menjawab kebutuhan nasabah secara menyeluruh. “Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI.
Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end, mulai dari tahap persiapan di Indonesia hingga aktivitas selama berada di Tanah Suci,” ujar Wisnu, Selasa(23/6).
Ia menambahkan bahwa persiapan operasional yang sedang dilakukan tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur dan kepatuhan regulasi, tetapi juga penguatan kapabilitas layanan agar mampu memberikan pengalaman transaksi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan jemaah.
“Kami terus menyempurnakan seluruh aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses pembukaan layanan BSI di Arab Saudi. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kehadiran BSI dapat segera memberikan manfaat nyata bagi jemaah haji, jemaah umrah, diaspora Indonesia, dan memperkuat hubungan ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan pada musim haji 2026, BSI juga mempererat kolaborasi dengan BPKH Limited sebagai mitra strategis di Arab Saudi menghadirkan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah.







