Untuk penyelesaian keseluruhan tahapan pembangunan, semangat gotong-royong alias meuripee dalam berdonasi dari masyarakat Kembang Tanjong tetap dikedepankan, di samping mencari dana yang sah dan tidak mengikat dari pihak lainnya.
Ketua IWKT periode 2005 – 2020, H Nurdin F Joes menambahkan, penyelesaian pembangunan tahap demi tahap asrama selalu selesai tepat waktu dari rencana. Dananya bersumber dari masyarakat IWKT Banda Aceh sekitarnya, organisasi berunsur Wareh Kembang Tanjong (WKT) se-Jabodetabek, serta masyarakat asal Kembang Tanjong yang bermukim di luar negeri.
Beberapa tokoh wanita IWKT, antara lain Hj Elisa Kasli, Hj Husna Ali, Fauziah Aziz, dan Hj Rahmi Mahmud Adan, pada rapat sebelumnya Ahad 12/7/2026 lalu, sangat mengapresiasi kinerja panitia pembangunan atas progres penyelesaian asrama untuk hunian mahasiswi Kembang Tanjong yang akan menuntut ilmu di Banda Aceh.
Tokoh-tokoh wanita itu juga berterima kasih atas semangat gotong royong masyarakat Kembang Tanjong yang berdomisili di Banda Aceh dan berbagai wilayah di Aceh, Jakarta, bahkan luar negeri dengan berdonasi secara ikhlas.
Nantinya, penghuni gelombang perdana di asrama putri ini akan disambut dan dipeusijuek oleh masyarakat IWKT Banda Aceh. Penghuni juga akan diikat beberapa kewajiban dan peraturan tata tertib tinggal di asrama, guna mendorong percepatan penyesaian studi para mahasiswi.
Para mahasiswi yang akan menghuni di asrama, akan mendapat rekomendasi geuchik gampong asal mahasiswi serta camat Kembang Tanjong.







