“SBI berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh melalui peningkatan produksi dan distribusi di seluruh terminal, sehingga kebutuhan masyarakat Aceh dapat terpenuhi dan stabilitas harga semen segera kembali normal,” katanya.
Selain itu, Edi menambahkan, akan melakukan evaluasi harian terhadap produksi dan distribusi sampai kondisi pasokan kembali normal.
SBI memastikan pengiriman tambahan semen secara bertahap selama bulan Agustus 2026, termasuk optimalisasi distribusi dari luar Aceh, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.
Direktur Operasi SBI menegaskan bahwa kebutuhan semen masyarakat Aceh akan menjadi prioritas utama perusahaan.
“Pasokan untuk Aceh akan didahulukan melalui optimalisasi kapasitas produksi dan distribusi sebelum dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan wilayah lainnya,” katanya.
Pemerintah Aceh dan SBI sepakat memperkuat sinergi untuk memastikan ketersediaan semen tetap terjaga sebagai dukungan terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta pembangunan di Aceh.
Sekda Nasir, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh mengapresiasi komitmen SBI dalam merespons cepat kondisi di Aceh.
“Pemerintah Aceh berharap komitmen tersebut segera diwujudkan melalui peningkatan produksi, kelancaran distribusi, serta stabilisasi harga semen agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” katanya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Aceh berhasil memperoleh komitmen langsung dari manajemen pusat PT Solusi Bangun Indonesia untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh, mengoptimalkan operasional seluruh terminal pengantongan selama 24 jam, meningkatkan distribusi, serta melakukan evaluasi harian hingga pasokan dan harga semen kembali stabil. []







