Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan Aceh dan pihak sekolah, Sekda Nasir meminta agar persiapan para siswa dilakukan secara serius dan terukur. Ia secara khusus menginstruksikan agar mereka mengikuti pemusatan latihan atau karantina selama satu pekan.
“Mereka harus digembleng dan masuk karantina. Carikan tempat yang bagus, sediakan semua kebutuhan mereka. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup, dan jangan sakit,” tegasnya.
Sekda Nasir juga memastikan persoalan anggaran tidak menjadi kendala dalam persiapan menuju kompetisi nasional tersebut.
“Nanti saya dan Pak Kadis Pendidikan Aceh (Murthalamuddin) yang mencari anggarannya. Jadi soal biaya nggak perlu khawatir dan tak perlu dipikirkan. Biar kami yang sediakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, para siswa memiliki waktu sekitar 10 hari untuk mempersiapkan diri, sehingga sebagian waktu tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal melalui Training Center.
“Mereka wajib masuk Training Center selama seminggu. Kita punya waktu 10 hari. Selama kompetisi, mereka harus disiapkan. Tidak ada kompetisi tanpa persiapan. Jadi harus disiapkan sehingga kompetitif,” katanya.
Menurut Nasir, persiapan matang diperlukan agar para siswa Aceh mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain dan tidak sekadar hadir di tingkat nasional.
Ia juga menyatakan akan hadir langsung pada final nasional untuk memberikan dukungan kepada para siswa.
“Nanti masuk final tingkat nasional, kami datang untuk menyaksikan dan memberi semangat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan apresiasi kepada Sekda Aceh yang memberikan perhatian khusus kepada para siswa SMA 2 Banda Aceh.







