Dalam kesempatan tersebut, Wagub Aceh mengikuti rangkaian kegiatan haul dan doa bersama untuk almarhum. Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dengan para ulama, pimpinan dayah, keluarga besar Abu Tumin, para alumni, serta masyarakat.
Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa sosok ulama seperti Abu Tumin memiliki tempat penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Aceh. Keteladanan, keilmuan, serta pengabdian beliau diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Menurutnya, warisan terbesar seorang ulama bukan hanya berupa lembaga pendidikan yang ditinggalkan, tetapi juga ilmu, akhlak, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang terus hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Wagub Aceh berharap silaturahmi dan kebersamaan antara Pemerintah Aceh dengan para ulama serta pimpinan dayah terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus membangun generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.
Lebih dari itu, semangat dan keteladanan para ulama diharapkan menjadi bagian penting dalam meletakkan fondasi bagi masa depan Aceh yang semakin Islami, bermartabat, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adat, dan kebersamaan.
Haul ke-4 Abu Tumin berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa dan mendoakan almarhum, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen Aceh untuk meneruskan perjuangan para ulama dalam menjaga agama, membina umat, dan membangun Aceh yang lebih baik ke depan.[]







