Kegiatan perkemahan bukan hanya bertujuan untuk membentuk kemandirian dan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter generasi muda.
Anak-anak dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, serta Akhlakul Karimah.
Kakankemenag mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia, disiplin dalam mengikuti kegiatan merupakan bagian penting dari pendidikan kepramukaan.
“Anak-anak Pramuka adalah anak-anak hebat. Karena itu, ikutilah seluruh kegiatan dengan disiplin, jaga akhlak, patuhi aturan yang telah ditetapkan panitia dan jadikan perkemahan ini sebagai tempat belajar, bersilaturahmi dan membangun persaudaraan,” ujarnya.
Dalam kegiatan KEMSIDA ke-5 tersebut, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan keagamaan. Sejumlah perlombaan bernuansa Islami turut dilaksanakan, di antaranya lomba azan dan lomba bacaan salat.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi Pramuka yang tidak hanya terampil dan mandiri, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat, berakhlak mulia serta mampu menjadi generasi penerus yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan masyarakat.
Selain itu, filosofi pohon kelapa juga mengajarkan tentang ketahanan, Pohon kelapa dapat tumbuh dan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, Hal ini menjadi simbol bahwa seorang Pramuka harus memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah dan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan penuh kesabaran serta tanggung jawab.







