General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan komunikasi yang terbuka dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan yang dijalankan Perusahaan memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami menghargai kesempatan untuk duduk bersama, mendengarkan berbagai pandangan dan memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai perspektif. Kami meyakini program yang memberikan manfaat akan lebih kuat ketika dirancang dan dijalankan melalui kolaborasi. Karena itu, masukan dari pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program CSR Solusi Bangun Andalas,” ujarnya R. Adi Santosa.
Dalam forum tersebut, Solusi Bangun Andalas memaparkan perkembangan pelaksanaan program CSR sekaligus membuka ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman dan masukan. Selain itu, Perusahaan juga mendapatkan umpan balik untuk pengembangan program agar semakin tepat sasaran, efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar, Agus Husni, S.P., mengapresiasi konsistensi Solusi Bangun Andalas dalam melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan melalui FKM. Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“FKM merupakan ruang yang baik untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara Perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Besar,” ujar Agus Husni.







