“Masukan dan perhatian dari Komisi III DPRA tentu menjadi bagian penting bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan kinerja. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjaga sehingga Bank Aceh semakin sehat, kompetitif dan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pembangunan Aceh,” tambahnya.
Sementara itu, Komisi III DPRA yang dipimpin oleh Hj. Aisyah Ismail menyampaikan pentingnya optimalisasi kinerja Bank Aceh agar kontribusinya terhadap pendapatan daerah dapat terus ditingkatkan, dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan keberlanjutan kinerja Bank.
Bank Aceh juga terus mendorong pengembangan bisnis dan peningkatan kualitas layanan, termasuk memperkuat transaksi valuta asing serta kesiapan menuju bank devisa, sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis ke depan.
Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRA menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Bank Aceh untuk mempercepat kesiapan menuju bank devisa. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan daya saing Bank Aceh, sekaligus membuka peluang yang lebih luas dalam mendukung aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat Aceh.
Komisi III DPRA juga mendorong agar berbagai persiapan menuju bank devisa terus dilakukan secara terukur dengan memperhatikan ketentuan, tata kelola, kesiapan sumber daya manusia, sistem, infrastruktur, dan manajemen risiko.
Sinergi antara Bank Aceh, Pemerintah Aceh dan DPRA diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka menciptakan kinerja Bank yang semakin baik, meningkatkan kontribusi terhadap PAA, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. []






