Tidak hanya itu, Kapolda Aceh juga menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Setelah kejadian, patroli skala besar turut dilaksanakan sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Banda Aceh.
Peran pengamanan juga dilakukan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo. Ia turut melakukan negosiasi dengan masyarakat dan mengimbau personel agar tidak terpancing provokasi selama menghadapi dinamika massa.
Bersama pejabat utama Polda Aceh dan personel lainnya, Wakapolda juga terlibat dalam pembersihan lingkungan masjid setelah kejadian. Patroli skala besar kemudian dilaksanakan untuk mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian memiliki tantangan yang beragam, mulai dari mengelola dinamika massa, mencegah eskalasi situasi, hingga menghadapi risiko keselamatan saat bertugas di lapangan,” kata Joko seusai upacara penerimaan Pin Emas Kapolri di lobi utama Mapolda Aceh, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kanit 1 Subdit 5 Ditintelkam Polda Aceh Kompol I Ketut Supriyatnha. Ia mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu ketika melaksanakan pengamanan kegiatan tersebut.
Penganugerahan Pin Emas Kapolri kepada ketiga personel itu menjadi bentuk penghargaan atas pelaksanaan tugas dan kontribusi mereka dalam menghadapi situasi yang dinamis, sekaligus menjaga keamanan selama berlangsungnya kegiatan di Masjid Raya Baiturrahman. []






