Ia mengimbau petani agar mempertahankan jumlah pelepah pada kisaran 48–56 pelepah untuk mendukung proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman secara optimal.
Menurut Willy, pelepah daun memiliki peran penting sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis untuk menghasilkan makanan bagi tanaman. Jumlah pelepah yang memadai juga mendukung pertumbuhan batang agar lebih besar dan kokoh, perkembangan akar, serta pertumbuhan calon seludang. Sebaliknya, pemangkasan pelepah secara berlebihan atau over pruning dapat mengganggu metabolisme tanaman dan memperlambat pencapaian masa tanaman menghasilkan.
“Batasi pemangkasan pelepah yang masih hijau dan aktif, serta mempertahankan jumlah pelepah standar yakni 48–56 pelepah. Cukup buang pelepah kering saja untuk mempertahankan jumlah produksi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Willy menegaskan bahwa PT Socfindo Kebun Seunagan akan terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program kemitraan dan pembangunan yang bermanfaat serta berkelanjutan di berbagai sektor.
Sementara itu, Keuchik Gampong Padang Panyang, Syamaun Ali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen PT Socfindo atas kepedulian terhadap kelompok tani sawit di wilayahnya.
Ia menilai program pengembangan SDM tersebut sangat bermanfaat karena memberikan tambahan pengetahuan kepada petani, khususnya mengenai teknik perawatan kebun dan proses pemanenan kelapa sawit yang benar.
Menurutnya, peningkatan pemahaman dan keterampilan petani menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengelolaan kebun yang lebih baik dan produktif.






