Pihaknya menyambut baik terkait kegiatan Training Of Trainer (ToT) Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Pembekalan Siswa Anti Narkoba. Kegiatan ini, katanya harus dimaknai sebagai sebuah ikhtiar manusiawi yang tetap perlu bertumpu kepada keridhaan Ilahi Rabbi.
“Kita memerlukan kekuatan supra untuk mewujutkan kebaikan dan kedamaian di dunia ini. Melalui kegiatan ini kita berharap kemampuan dunia pendidikan semakin baik dalam berkontribusi untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman bahaya narkoba,” tutur Rachmat Fitri.
Ia menyebutkan, pendidikan adalah sebuah proses untuk melahirkan pandangan yang objektiktif sehingga dapat membentuk sikap positif dari personil setiap warga sekolah, sehingga semakin besar kemungkinan melahirkan tindakan-tindakan yang dapat menolak keterlibatannya dalam pengunaan bahan-bahan narkotika tersebut.
“Proses internalisasi menjadi kunci keberhasilan dalam pendidikan. Oleh karena itu nilai-nilai kebudayaan, keagamaan dan kebangsaan harus mampu kita ramu menjadi resep yang ambuh dalam mendidik karakter yang harus melekat dalam kepribadian siswa. Inilah yang akan menjadi perisai diri dari setiap siswa dan akan diekpresikan dalam ungkapan TIDAK UNTUK NARKOTIKA, YA UNTUK PRESTASI,” sebutnya.
Ia menambahkan, melalui pendidikan akan mampu menghadirkan karakter tertentu melalui pembiasaan dan akan menjadi perilaku. Dalam pendidikan selalu ada model yang akan menjadi panduan.
Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak dengan kewenangan masing-masing untuk menjaga dan mengawal prilaku diri, keluarga, jajaran agar menjadi tauladan yang utuh bagi siswa-siswa yang sedang tumbuh berkembang.






