Ketua Komite Festival Film Indonesia, Reza Rahadian, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Usmar Ismail. Ia juga menegaskan bahwa tantangan yang disebabkan pandemi Covid-19 bukanlah satu halangan untuk menciptakan mahakarya luar biasa bagi dunia perfilman Tanah Air.
“Dalam perubahan yang terjadi, insan perfilman Indonesia tetap berjuang untuk berkarya, serta tetap memberikan apresiasi tertinggi kepada insan perfilman Indonesia,” ujar Reza.
Film dokumenter Three Faces in the Land of Sharia lebih menekankan pada kritikan minoritas terhadap implementasi hukum syariat di Aceh. Film ini juga menyorot tentang pendapat minoritas terkait hukum cambuk dan hukum rajam bagi pelanggar Qanun Jinayah di Aceh.
Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin berujar bahwa peghargaan ini telah menambah deretan prestasi bergengsi yang diraih oleh putra aceh di tingkat nasional. semoga ini juga menjadi pelopor untuk bangkitnya industri kreatif serta akan memacu generasi muda Aceh untuk berani berkarya yang akan mengharumkan nama Aceh di kancah perfilman Indonesia.
“ditengah pandemi covid-19 melanda, yang berdampak buruk pada seluruh sektor ekonoomi masyarakat. Generasi muda Aceh masih bisa berkarya dan memberikan prestasi membanggakan, tentu kita harus bangga dan mengapresiasi atas capaian ini. harapan kami, semangat untuk memajukan industri kreatif khususnya perfilman di Aceh harus ditingkatkan, karena ini juga sebagai ajang untuk lebih memperkenalkan Aceh kepada masyarakat di seluruh penjuru nusantara, ungkap Jamal.”







