Minyak Bercampur Air, Korban Lapor Ke Pertamina

0
470

Banda Aceh,Acehinspirasi. com, Permasalahan minyak bercampur Air yang terjadi di SPBU Ule Gle Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya kini berbuntut panjang, pasalnya pihak korban membuat laporan ke pihak pertamina perwakilan Aceh di Banda Aceh.

Hal tersebut diungkapkan Pemilik Mobil BL 777 BO, T. Iskandar.salah satu pihak Korban kepada media ini Jum’at 12-03-2021 sore. Hari ini saya melaporkan kejadian yang saya alami pada tgl 09-02-2021 terhadap mobil saya sekitar pukul 13,35.wib. Setelah itu Mobil saya rusak total dikarenakan BBM yang di isi itu bercampur Air.

“Saya ngisi BBM Pertamina dex pada hari itu seharga Rp.350 ribu setelah beberapa saat kemudian Mobil saya mengalami gangguan yang tidak pernah saya lihat saya cek apa yang terjadi terhadap Mobil saya yang saat itu sedang berjalan dari SPBU Ule Gle menuju Kabupaten Bireuen, setelah saya cek terbaca di sensor ada Air Bercampur Minyak.

‘Sudah satu bulan mobil saya di Bengkel untuk di perbaiki, dari sejak saya bawa sampai hari ini belum bisa hidup padahal alat alatnya yang rusak total sudah di ganti, tapi belum ada tanda tanda untuk hidup.

“Mobil saya merex Fortuner-VRZ tipe Lengkap dengan nomor Polisi BL 777 BO kini masih dalam perbaikan, menurut penjelasan mekanik di Kabupaten Bireuen Mobil saya tidak bisa hidup lagi dikarnakan Air sudah masuk kesemua ruangan Mesin, jadi otomatis harus dilakukan pembongkaran secara permanen di Toyota Banda Aceh.

Selain itu pihak korban T.Iskandar minta pihak pertamina untuk menindaklanjuti kasus BBM bercampur Air di SPBU Ule Gle secara permanen, jika permasalah ini tidak ditangani secara permanen oleh Pertamina, saya akan lanjutkan permasalahan ini kepada jenjang jalur hukum yang lebih tinggi, ucap Iskandar.

Saya mengakui persoalan ini sudah pernah damai secara kekeluargaan, itu belum mengetahui apa kerusakan Mobil, setelah mengetahui kerusakan Mobil, perdamaian yang ditempuh secara kekeluargaan tersebut tidak sesuai dengan kerusakan Mobil, apa lagi ada cacat hukum disitu, tutupnya.”(**)