Miris..!! 2 Periode Abua-Waled Jalan Gampong Ara – Lancok Tak Tersentuh Aspal

0
565

Pidie Jaya, Acehinspirasi. com l Sungguh ironis dan miris. Dua periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas (Abua) dan Said Muliadi (Waled), sarana infrastruktur jalan sepanjang 1.5 KM yang menghubungkan antara tiga gampong di Kemukiman Musa, Kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya tak pernah tersentuh aspal sedikitpun.

Akibatnya selama itu pula, warga dengan jumlah penduduk lebih kurang 5000 jiwa. Terpaksa bertahan menikmati pahitnya sarana jalan yang kian rusak dan tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Lueng Putu yang semakin parah.

Kondisi becek dan penuh lobang disepanjang jalan berukuran lebar 4 meter lebih dan panjangnya 1.5 Km tersebut telah menjadi santapan warga setiap harinya. 

Tak jarang warga khususnya anak-anak usia sekolah yang melintasi jalan itu sangat sulit melaluinya dikala musim hujan tiba. Warga mengaku, sudah puluhan tahun jalan itu belum pernah tersentuh aspal.

Muhibuddin (30), warga gampong ara, saat diwawancara wartawan ini, Rabu siang (07/4/2021), mengaku heran dengan sikap Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang terkesan membiarkan jalan ini tak pernah mendapat sentuhan aspal.

Muhibuddin mengungkapkan, jalan yang mehubungkan antara Gampong Blang Glong, Gampong Lancok Baroh dan Gampong Udeung tersebut belum pernah tersentuh aspal semenjak saya lahir.

“Miris….!! Jalan itu sampai detik ini tak pernah diperhatikan. Sebagai warga kami wajar mempertanyakan ada apa dengan jalan ini….?? Sudah puluhan tahun tidak diaspal. Ironisnya lagi kata dia, akses jalan Gampong Ara sebagai akses menuju pusat Ibukota Kecamatan Bandar Baru,” sesalnya..

Dikatakan warga yang enggan disebutkan namanya, program perbaikan jalan mulus yang digaung-gaungkan dan dijanjikan Bupati saat kampanye dulu seakan menjadi angin surga belaka bagi warga empat gampong tersebut.

Terbukti, dari sekian banyak jalan Kabupaten di Pidie Jaya yang telah diaspal Pemerintah Pidie Jaya, sepertinya jalan Gampong Ara yang tak pernah diaspal. Padahal jalan ini dilalui oleh banyak orang khususnya petani kebun dan petani tambak yang ingin memasarkan hasil pertanian dan perikanan ke pusat ibu Kota Kecamatan.” Sekali lagi kami harap bisa jadi perhatian Pemerintah,” tegasnya. (****)