Tongam L Tobing : 114 Triliun Masyarakat Dirugikan Oleh Berbagai Penipuan Bisnis Keuangan Ilegal

0
92

Banda Aceh, Acehinspirasi. com l Kepala Departemen, Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Otoritas Jasa Keuangan dan juga Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, mengatakan bahwa OJK lahir bertujuan melakukan pengawasan terhadap lembaga keuangan termasuk dalam hal investasi.

Hal tersebut disampaikannya, dalam bincang bincang bersama sejumlah wartawan dari berbagai media, baik cetak elektronik, maupun online, di Aula pertemuan Kantor OJK jalan Pango, Banda Aceh, Kamis ( 08/04/2021)

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh, Yusri, dan ikut dihadiri,
Hendra Jaya Sukmana, selaku Direktur Kebijakan Penyidikan, Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan.

Menurutnya saat ini banyak muncul permasalahan terkait lembaga keuangan yang tidak memiliki izin dari OJK, diantaranya termasuk Binar Khalifah, yang sekarang ini tengah dalam penyidikan pihak kepolisian.

“Disini belum lagi kita selesaikan masalah yang ada, muncul lagi yang baru,” katanya.

Untuk itu kehadiran para media hari ini, sangat diharapkan dalam hal berbagi cerita sembari menyosialisasikan kepada masyarakat terkait investasi dan tindak pidana terhadap oknum oknum yang menyalahi kejahatan bisnis keuangan.

Selanjutnya dikatakan terkait OJK, berdasarkan Undang undang Nomor 12 Tahun 2004, mengatur tentang bisnis keuangan.

Dikatakannya lembaga OJK secara efektif memiliki 13 Kementerian/Lembaga, Satgas investasi untuk melindungi keuangan masyarakat.

“OJK tidak menangani jasa keuangan , OJK sebagai lembaga pengawasan keuangan,” katanya.

Saat ini, sebesar 114 Triliun masyarakat dirugikan oleh berbagai penipuan bisnis keuangan ilegal, dan sampai saat ini marak terjadi.

Menurutnya, kesalahan ini juga terjadi bukan hanya dari sisi pelaku saja, juga masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat kita perlu di didik dengan literasi yang baik supaya lebih cerdas dalam memahami investasi ilegal ini,” ujarnya.

Dikatakannya, banyak modus ilegal keuangan yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.
Seperti di aplikasi tiktok e Cash, Goin dan banyak lagi lainnya.

“Prinsipnya, enggak kerja tapi dapat menghasilkan banyak uang. Dan itu sebuah hal yang tidak masuk akal dan tak mungkin. Kita nonton dulu dapat duit, mana ada itu,” paparnya.

“Saat ini kegiatan kegiatan itu sudah sangat mulus dilakukan, dan sangat gampang di Indonesia modus modus seperti itu,” tambahnya.

Mirisnya lagi, masyarakat yang berinvestasi tersebut malah bukan dari yang berkelebihan uang, tetapi malah pinjam utang sana sini untuk berinvestasi dengan harapan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

“Artinya yg melakukan itu orang orang berekonomi kelas kebawah, pengen cepet banyak uang akhirnya tertipu,” tandasnya.

Tambahnya, sekarang ini pinjaman uang dalam bentuk aplikasi online, cukup menjamur di media sosial.

“Ada 148 ilegal pinjaman online dan masyarakat banyak melakukan pinjaman disana,” jelas Tongam L, Tobing, menambahkan.

Dikatakan Tongam L Tobing, pada dasar sebenarnya tujuan pinjaman online ini mulia, tetapi banyak disalahgunakan oleh orang orang yang tidak benar.

Kita berharap masyarakat jangan sempat menyetujui penawaran pinjaman online tersebut.

“Karena korbannya sudah banyak menyebar diseluruh indonesia, hingga kerap mencuat teror dan intimidasi,’ terangnya.

Kita meminta masyakarat untuk tidak melakukan pinjaman online tanpa menelaah terlebih dahulu terkait status lembaga keuangan tersebut.

“Saat ini banyak lembaga keuangan online yang ilegal, contoh Koperasi Simpan Pinjam (KSP), dan banyak sekarang beredar, karena secara meteril dan in materil sangat membahayakan.

Intinya, ia berharap masyarakat sebelum melakukan pinjaman pada sebuah lembaga yang menawarkan keuangan teliti terlebih dahulu sebelum melakukan peminjaman.

Sementara dalam kesempatan itu, Irjen Pol. Suharyono, selaku Penyidik Utama, Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan sebaiknya ketika masyarakat melakukan peminjaman uang terhadap lembaga jasa keuangan yang menawarkan berbagai iming iming pinjaman terlebih dahulu harus menelaahnya.

Dikatakan, ada 4 hal yang harus dicermati, pertama jangan meminjam berlebihan, kedua teliti sebelum meminjam, ketiga hindari lembaga jasa keuangan ilegal, dan keempat Laporkan segera kepada pihak kepolisian jika bernuasa penipuan.

Ia mengakui bahwa peran media sangatlah diharapkan untuk dapat mencerdaskan masyarakat.

Apalagi tambahnya, menyampaikan informasi terkait pelaku kejahatan terhadap bisnis ilegal keuangan karena saat sekarang ini dengan perkembangan teknologi terhadap kejahatan jasa keuangan perbankan adanya dimana mana.

“Penegakkan hukum terhadap oknum oknum yang melakukan kejahatan terkait bisnis keuangan pihaknya dapat melakukan tindakan oleh karena adanya laporan dan pengaduan baik dari masyarakat maupun perorangan,” tutup Suharyono.[pri]