Lagi, Warga Ketambe Agara Hanyut Di Sungai Alas

0
107

Kutacane, Acehinspirasi.com, Setelah reda selama satu bulan lebih dan menyebabkan 2 orang meninggal terseret arus , Sungai Alas kembali menelan korban, kali ini giliran Erwinsyah,36, warga Kute Simpur Jaya Kecamatan Ketambe yang hanyut digulung arus sungai.

Informasi diterima Inspirasi dari berbagai sumber menyebutkan, hilang dan terseret arusnya Erwinsyah,36, dan hingga berita ini diturunkan belum juga ditemukan,bermula ketika korban Kamis (25/110 sekira pukul 07.00 wib hendak BAB ke pinggir sungai Alas.

Namun, setelah beberapa jam kemudian, korban tak kembalike rumah, menurut beberapa warga Ketambe, Erwinsyah diduga hanyut setelah terpeleset masuk ke tengah sungai Alas yang arusnya deras dan debitnya semakin besar menyusul diguyur hujan deras sejak seminggu terakhir.

Warga yang tak mengetahui keberadaan korban dan diduga hanyut terseret arus sungai Alas akhirnya heboh dan sebagian melapor pada pihak SAR, TNI dan Polri serta Kepala desa maupun perangkat desa lainnya.

Koordinator Pos BASARNAS Wilayah Aceh Tenggara, Budi kepada Acehinspirasi.com, membenarkan menerima laporan orang hilang diduga hanyut terbawa araus Sungai Alas, sekira pukul 07.10 WIB, dari Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nazmi Desky.

Untuk mencari keberadaan Erwinsyah, sebanyak sembilan personel Basarnas dan tim gabungan TNI/Polri serta pihak BPBD, langsung turun untuk menyisir aliran sungai Alas dengan menggunakan tunner boat, namun hampir tiga jam pencarian nasib korban belum diketahui.

Dijelaskan Budi, Menurut keterangan sementara dari Basarnas, ketika bangun tidur korban membuka pintu belakang untuk BAB ke pinggir sungai Alas.namun karena korban mempunyai penyakit epelipsi dan diduga penyakitnya kambuh, korban langsung terjatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus Alas.

Kendati tim dari Pos SAR Kutacane masih berada Tempat kejadian Perkara untuk melakukan pencarian dan membawa Unit truck maupun personil, ditambah satu unit Rubber Boat dan Mesin Alut Pendukung tiga unit HT dan Pal SAR Air, keberadaan korban belum diketemukan.(Fandi Ahmad).