Edukasi Menabung Sejak Dini

0
121

Oleh: Mukhlis Sulaiman, SE. MM

Menabung adalah salah satu cara dalam pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk menyiapkan dana cadangan di masa depan. Mengajarkan menabung bagi anak usia dini adalah tugas orangtua. Orangtua, berperan sebagai guru pertama, dalam mengajarkan berbagai macam hal kepada anaknya, dengan harapan anak Anda kelak menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.

Tentu termasuk juga bagaimana mengenalkan dan mengajarkan anak terhadap peran uang. Sebaiknya orang tua untuk dapat mengenalkan konsep uang kepada anak sejak usia dini. Tujuannya tak lain agar kelak anak paham cara yang tepat dan bijak dalam menggunakan serta mengelola uang ketika beranjak dewasa nanti.

Usia dini merupakan usia antara satu hingga lima tahun yang sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat. Di usia dini anak-anak harus mendapat pendidikan terbaik dari keluarga dan lingkungan. Terutama dari orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi anak.

Hal ini agar masa keemasan tumbuh kembang anak bisa optimal. Maka, orang tua harus benar-benar mendidik dan memberikan pendampingan terbaik, termasuk mengajarkan bagaimana cara mengirit biaya hidup dengan membiasakan menabung. Terlebih di masa pandemi seperti ini karena banyak orang tua yang kesulitan ekonomi dan hilang pekerjaan.

Dari segi pendidikan, usia dini ini merupakan masa keemasan dalam perkembangan otak anak sehingga sikecil harus diberi rangsangan atau stimulus yang tepat. Oleh karena itu, orang tua wajib memahami karakteristik anak sejak usia dini demi memastikan tumbuh kembang anak secara optimal sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu, sangat penting sebagai orang tua untuk mengajarkan anak cara menabung demi menumbuhkan karakter yang baik. Tentunya setiap orang tua ingin buah hatinya sukses dalam segala hal termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Orang tua harus terus mengedukasi anaknya terhadap pentingnya menabung sejak usia dini karena dengan mengajarkan anak-anak membuat celengan sendiri dibandingkan dengan celengan yang dijual di pasar. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menanamkan rasa gemar menabung. Contoh membuat celengan unik dari botol bekas, kaleng bekas, dari bambu, dengan demikian anak-anak dapat belajar menabung dan menambah kreativitas.

Ada beberapa triks menabung yang dapat diikuti antara lain adalah:

  1. Tujuan menabung
    Harus ditentukan untuk apa menabung sehingga bisa dijalankan dengan senang hati. Bagi anak-anak dapat diilustrasikan apakah ingin membeli baju, sepeda atau sepatu baru dan lain sebagainya.
  2. Menyisihkan uang jajan
    Setelah memperoleh uang saku bisa langsung disisihkan untuk menabung supaya menjadi awal kebiasaan yang baik.
  3. Menabung uang receh
    Jangan meremehkan uang receh, anak-anak bisa memulai menabung dengan jumlah sedikit, karena jika konsisten lama-lama akan menjadi banyak.
  4. Menggunakan celengan yang dibuat sendiri.
    Dapat membuat celengan sendiri dari barang bekas dan menghiasnya sesuai warna favorit anak untuk menumbuhkan rasa semangat.
  5. Menitipkan uang ke orang tua
    Jika anak-anak merasa sangat kesusahan, bisa meminta bantuan orang tua untuk menjaga uang tabungan. Hal ini bisa mencegah anak mengambil uang tabungan dengan sembarangan.

Memang tidak mudah untuk menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini, tetapi kebiasaan tersebut jelas memiliki banyak manfaat. Hal tersebut dapat berdampak pada masa depannya agar lebih cemerlang.

Bercermin pada kata-kata ”Rajin Pangkal Pandai, hemat pangkal kaya”. Ungkapan bijak ini mestinya mulai kita tanamkan kepada anak-anak sejak usia dini, kepada mereka kita ajarkan hidup hemat dengan cara menabung agar pola konsumtif yang tidak bermanfaat dapat dikurangi.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk menanamkan sifat-sifat hemat dan teliti sebelum menggunakan uang kepada anak-anak, agar tercipta prilaku hemat dan tidak sembarangan menggunakan uang. Walaupun uang saku, maka dengan terbiasanya anak mengelola uang sejak usia dini diharapkan kebiasaan baik dalam menghemat dan tidak berprilaku boros akan tertanam dalam pribadi masing-masing anak, sehingga dengan mengajarkan anak-anak merencanakan keuangannya sejak usia dini, selain melatih psikologis anak dalam mengambil keputusan yang bijak, juga melatih kemampuan kognitif anak dalam berhitung.

Kebiasaan ini merupakan pembelajaran bagi anak untuk terbiasa hidup hemat dan tidak boros. Juga bagi orang tua harus membuat kartu kontrol tabungan anak, hal ini dapat berfungsi sebagai kontrol bagaimana ia mengatur pola jajan sehari-hari. Dengan begitu akan terjadi komunikasi yang timbal-balik antara orang tua dan anaknya. Cara seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan sifat bijak pada anak dalam hal mengatur keuangannya.

Pembelajaran dalam hal menabung sejak dini kepada anak tidak dipaksa-paksa. Tetapi orang tua dapat berkomunikasi dengan memberi penjelasan-penjelasan kepada anaknya tentang arti menabung.

Sebaiknya orang tua dan anak bersama sama menabung, dan sesekali mereka main ke Bank. Di tempat itu orang tua menjelaskan kepada anaknya inilah tempat penyimpanan uang kita dalam bentuk tabungan. Di tempat ini uang kita aman dan bisa diambil kapan saja.

Orang tua harus aktif memberikan contoh dan sikap yang baik dalam hal membagi pola jajan, untuk hari ini dan untuk disimpan dalam tabungan. Anak pada usia dini memang belum punya gambaran konkret tentang masa depan seperti apa.

Tetapi melalui gambar-gambar kehidupan anak-anak soleh, baik di majalah maupun di koran-koran dapat diperkenalkan. Juga penting bagi orang tua untuk menghindari sikap hedonis, karena hedinime merupakan pemborosan yang membuat orang tua dan anak malas menabung.

Belajar menabung sejak dini yang benar akan menumbuhkan beberapa sifat yang baik. Misalnya, rasa tanggung jawab, mengatur keuangan, lebih memprioritaskan kebutuhan utama, dan memupuk rasa mandiri.

Kebiasaan menabung memang harus ditanamkan sejak kecil. Hal ini bertujuan agar di masa dewasanya kelak, mereka menjadi sosok yang mandiri dan tidak merepotkan orang lain terutama orangtua nya sendiri. Hal ini juga akan membuat mereka tidak mudah berhutang bahkan terlilit dengan utang piutang. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Oleh: Mukhlis Sulaiman, SE. MM