Saiful Alam, sosok yang kenyang pengalaman sebagai Mantan Datok Penghulu, Mantan Ketua Panwaslu, sekaligus wartawan senior. Foto: Istimewa.
Aceh Tamiang, Acehinspirasi.com l Kondisi ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pasca-banjir masih megap-megap, namun respons pemerintah dianggap masih berkutat pada janji manis dan birokrasi yang mencekik.
Kritikan pedas ini dilontarkan oleh Saiful Alam, sosok yang kenyang pengalaman sebagai Mantan Datok Penghulu, Mantan Ketua Panwaslu, sekaligus wartawan senior.
Ia menilai, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah, termasuk DPRK Aceh Tamiang, telah kehilangan taji dalam menjalankan fungsinya.
Saiful Alam menegaskan bahwa pemulihan ekonomi tidak akan terjadi jika bantuan rehabilitasi rumah hanya menjadi tumpukan berkas administrasi.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang untuk berani menekan kementerian terkait agar mengubah aturan penyaluran bantuan menjadi tunai.
“Masyarakat butuh likuiditas untuk padat karya mandiri. Tanpa uang tunai, ekonomi rakyat tetap lumpuh. Jangan buat sistem yang terlalu rumit sampai rakyat lelah menunggu,” tegas Saiful.
Terkait kekhawatiran penyimpangan, ia menawarkan solusi modern: audit melalui foto digital.
Jika masih ada yang menipu, menurutnya itu urusan moral individu dengan Tuhan, namun birokrasi jangan dijadikan alasan untuk menghambat hak rakyat yang sedang menderita.
Sentilan untuk Pejabat Pusat: Hentikan Wisata Bencana!. Nada bicara Saiful meninggi ketika menyinggung pejabat pusat yang kerap datang ke Aceh pasca-bencana.






