Tarmidinsyah Abubakar
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Bangkit menyampaikan keprihatinan mendalam atas ketegangan yang terjadi dalam kegiatan doa dan zikir memperingati 21 tahun perdamaian Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sejumlah media melaporkan terdengarnya beberapa suara letusan setelah pengibaran Bendera Bintang Bulan.
Namun hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi yang memastikan sumber letusan, jenis senjata, pihak yang melepaskan, maupun adanya korban.
Karena itu, Aceh Bangkit meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak menyebarkan kesimpulan yang belum terverifikasi.
Kami meminta fakta dibuka secara transparan.
Jika terjadi penggunaan senjata, siapa yang menggunakannya?
Apa yang terjadi sebelum letusan?
Apakah terdapat korban?
Dan siapa yang harus bertanggung jawab?
Pertanyaan tersebut harus dijawab secara terbuka, karena masyarakat Aceh mempunyai hak untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Namun kami juga mengingatkan rakyat Aceh:
Jangan biarkan satu peristiwa mengembalikan Aceh kepada logika konflik.
Kita telah melewati 21 tahun sejak perdamaian Helsinki.
Perdamaian bukan berarti rakyat harus berhenti bertanya.
Rakyat tetap berhak berbicara tentang syariat, keadilan, sumber daya alam, kesejahteraan, pemerintahan, bahkan masa depan politik Aceh.
Tetapi perbedaan politik tidak boleh kembali diselesaikan dengan kekerasan.
Kepada pemerintah dan aparat keamanan, Aceh Bangkit juga menyampaikan pesan yang sama:
Negara yang kuat tidak perlu membuat rakyat takut untuk membuktikan kekuatannya.







