Di uraikan juga, DPP SIGAP ikut mengamati jalannya persidangan secara langsung di gedung DPRA dari awal hingga penutupan sidang, menunjukan geligat kubu koalisi KAB memang cenderung bersikap egois. Kubu KAB terlihat ngotot ingin menguasai menjadi pimpinan ketua komisi di seluruh AKD. Indikasi ini terlihat ulang dengan trik yang dimainkan KAB yang mendisbutrisikan ulang komposisi anggotanya secara tidak preseduran dan inkonstistuinal.
Padahal beragam aksi protes dari koalisi non KAB terhadap pengesahan susunan komposisi AKD yang mereka usulkan kembali tidak dimungkinkn secara tatip, karena daftar usulunan komposisi anggota AKD pada sidang sebelumnya dinilai sah karena belum dicabut dan dibatalkan menurut tafsiran versi non KAB.
Berpijak pada dampak kekisruhan ini yang terus berlarut, DPP SIGAP meminta kepada mendagri segera ambil alih konflik AKD di DPRA karena dinilai akan berdampak luas dan signifikans mengganggu kinerja pemerintah nantinya.Praktek politik kekanak-kanakan semacam ini dinilai tidak produktif untuk pembelajaran politik bagi generasi Aceh masa yang akan datang. Untuk itu, kita dari LSM Solidaritas Generasi Aceh Perubahan meminta kepada semua pihak yang terlibat kekisruhan agar menahan diri agar untuk tetap berkomitment dan konsisten bisa mengawal ide perubahan untuk masa depan Aceh yang lebih cemerlang, tutup Lismijar sebagai dosen yang lagi menyelesaikan S3 di UIN Ar Raniry Banda Aceh.(R)






