“Perkembangan dan pemanfaatan media sosial dewasa ini berkembang dengan sangat luar biasa. Media sosial dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Penggunaannya cenderung banyak membuat informasi benar atau salah,” katanya lagi.
Itu sebabnya, sambung Kadisdik Aceh ini, perlu langkah-langkah untuk menguji kebenaran sebuah informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya. Siswa, menurutnya lagi, harus mampu membedakan antara produk jurnalistik dengan informasi yang dibuat warganet.
Ketua panitia pelatihan jurnalistik, T. Fariyal, S.Sos, MM, yang juga Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, menambahkan, pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari atau sejak 21-24 Juni 2022.
Ia menyebutkan, pelatihan ini menghadirkan pemateri diantaranya, Yarmen Dinamika. Wartawan Senior Harian Serambi Indonesia itu memberikan materi “Praktik Jurnalistik berdasarkan Kode Etik Jurnalistik”.
Berikutnya, Khalis Surry. Dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh ini memberikan materi “Teknis Menulis Kreatif untuk Pemula”, Irma Hafni, dari penulis dan pegiat literasi “Menggali Ide Berita dan Teknis Menulis untuk Pemula”, Irwan Saputra, Humas Dinas Pendidikan Aceh “Mengenal Jurnalistik Online”, Riki Amhadiansyah, BTJ Pro Film “Teknis Pembuatan Video dan Design Gambar Jurnalistik Dasar”.
Pelatihan itu mengusung tema “Menumbuhkan semangat jurnalis muda dengan pelatihan dasar jurnalistik”. []








