Direktur Utama Bank Aceh sekaligus Ketua FKIJK Aceh, Haizir Sulaiman, mengatakan, FKIJK menjadi salah satu garda terdepan dalam menjalankan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. “Kami bertekad memberikan program kerja yang produktif, tepat sasaran, dan bermanfaat secara langsung baik bagi masyarakat maupun bagi anggota menggunakan kekuatan kolaborasi sumber daya di industri jasa keuangan secara efektif dan efisien,” jelasnya.
Haizir mengungkapkan, FKIJK merupakan forum yang mewadahi pelaku usaha yang bergerak di industri jasa keuangan di Aceh. “Melalui forum ini, kami sekaligus ingin membangun sektor jasa keuangan yang kontributif, stabil, dan berdaya saing dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” timpal Haizir.
Ditambahkan, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi di sejumlah lembaga pendidikan ini melibatkan industri jasa keuangan di Aceh, melalui audiensi yang atraktif dengan pelajar dan mahasiswa melalui materi yang relevan dengan perkembangan industri keuangan saat ini.
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Provinsi Aceh, Dr Thasrif Murhadi SE MM dalam kunjungannya ke STAI Tapaktuan mengatakan, kegiatan kolaborasi mencerdaskan bangsa juga berperan penting dalam memberikan edukasi tentang investasi dan pasar modal.
“Kegiatan ini juga bisa mencegah maraknya investasi bodong di kalangan kampus dan masyarakat secara umum,” ujarnya. Thasrif menambahkan, pelaksanaan kegiatan bagi kalangan muda tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas dan pemahaman investasi sejak dini.







