Jadi, kata Delky, kedua tokoh ini sebenarnya memiliki prinsip yang sama yakni mengedepankan nilai-nilai ukhwah dan silaturrahmi, jadi tak ada istilah wara wiri.
“Duduk bersama, satu meja makan bersama keluarga, foto betsama beberapa kali tanda keakraban dan penuh persaudaraan. Hal ini cukup menjelaskan bahwa keduanya saling bahu membahu membangun Banda Aceh yang lebih baik,”ujar pemuda yang pernah menginisiasi dan memperjuangkan lahirnya qanun pembangunan kepemudaan Aceh itu.
Terakhir, ia mengajak semua pihak bahu membahu, bersinergis untuk membangun Banda Aceh. “Sekarang yang lebih penting, kita mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan bersinergi serta memberikan masukan-masukan yang konstruktif demi masa depan Banda Aceh,” imbaunya.[]







