Kita bertanggungjawab terhadap kehidupan masyarakat serta bagaimana menyelamatkan lingkungan dan satwa yang kini semakin berkurang.
Kata Iqbal berdasarkan data kerugian masyarakat 2015 pasca banjir hampir di seluruh Aceh hampir Rp 20 trilliun baik lahan pertanian dan korban masyarakat.
Untuk mengatasinya tambah Iqbal perlu dibangun bendungan baik di Aceh Tamiang, waduk keureuto, Aceh Utara dan Waduk Tiro, Pidie. Disamping itu juga di wilayah barat – selatan.
Satu bendungan bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 14 trilliun dan ini perlu bantuan pemerintah pusat.
Dengan seminar nasional mitigasi banjir ini nantinya akan dirumuskan negara bisa hadir dengan melibatkan dunia usaha.
Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Tafh Haikal mengatakan perlunya upaya mengurangi resiko bencana dengan melibatkan dunia usaha yang tujuannya mensejahterakan rakyat.
Saya pikir kita semua bersinergi dalam mengurangi resiko bencana dengan melibatkan Kadin,”tutupnya.[[







