Hal yang sama juga diakui oleh Ketua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah. Irawan munuturkan, saat ini pihaknya sedang membuat grand desain untuk pendidikan di masa new normal nantinya.
“Kita juga sedang mempersiapkan grand desain untuk pendidikan menuju ke arah new normal, ini kita lakukan bersama multistackholder. Perlu kami sampaikan bahwa, untuk saat ini, dana BOS bisa digunakan untuk proses pembelajaran secara daring” kata Irawan.
“Jika kondisi ini berkepanjangan, maka kita sudah mempersiapkan beberapa solusi. Seperti pelatihan guru untuk proses belajar secara daring, penambahan tower untuk daerah terpencil” tambahnya.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Banda Aceh Dr. Asy’ari yang berkesempatan mengikuti diskusi tersebut memaparkan bahwa pihaknya tetap mengikuti petunjuk sari Kemenag.
“Kami akan mengikuti petunjuk dari pihak Kemenag. Untuk pembelajaran new normal, mungkin dengan sistem belajar selang seling yang bertujuan untuk memperkecil jumlah siswa yang hadir” sebut Asy’ari.
Kadis Pendidikan Banda Aceh, Dr. Saminan memaparkan, selama pandemi ini pihaknya tetap bekerja melayani murid dengan berbagai sistem pembelajaran. Ada yang dengan sistem online ada juga yang gurunya datang ke rumah-rumah siswa.
“Proses belajar mengajar tetap berjalan walaupun dimasa covid, tetapi dengan sistem yang berbeda, yaitu tidak ada tatap muka. Sistem yang digunakan salah satunya yaitu melalui pembelajaran online, namun ada juga yang didatangi oleh guru ke rumah siswa. Yaitu bagi mereka yang tidak memiliki smartphone” ujar Saminan.






