Lanjut Fakry, bimtek ini paling tidak dapat menemukan solusi untuk pencegahan penyakit-penyakit taman pagan yang sering dialami oleh para petani di Agara, atau mendapatkan ide dalam pemasaran.
Sebab, lanjutnya dia, pemateri-pemateri bimtek ini selalu menghadirkan pemateri yang ahli dalam mengatasi penyakit taman pangan dan ahli untuk mengkemas pemasarannya.
“Semoga dalam bimtek yang dilaksanakan 135 orang kaum ibu dalam pertemuan ini, nantinya, petani taman pangan di Aceh Tenggara, mendapatkan ilmu lebih banyak lagi,” (Yusuf)







