Dalam sambutannya, Ketua AFA menyatakan, kejuaraan tersebut sengaja digelar AFA untuk memberi wadah kepada para pemain kelahiran tahun 2005 dan 2006 seantero Aceh guna menunjukkan talenta terbaik mereka.
“Targetnya adalah memilih pemain-pemain terbaik dari seluruh Aceh untuk kita godok secara maksimal dalam rangka menyongsong perhelatan PON 2024 di Aceh dan Sumut,” terang Dr M Zulfri.
Ia menungkapkan, hasil pemantauan tim pemandu bakat (talent scouting) sudah terjaring 24 pemain untuk diproyeksikan menjadi tulang punggung Tim Futsal PON Aceh.
“Dari 24 pemain ini, 14 pemain akan kita daftarkan ke KONI Aceh untuk ikut Pelatda desentralisasi selama 4 bulan,” tukas Ketua AFA.
Ketat dan seru
Pelaksanaan Kejuaraan Futsal U-18 tahun dalam rangka seleksi pemain PON Aceh tersebut berlangsung ketat dan seru sejak hari pertama.
Terbukti, usai even khusus pemain kelahiran 2005 dan 2006 itu dibuka Ketua Umum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak pada Jumat (5/5/2023) siang, 16 kabupaten/kota yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut langsung terlibat persaingan sengit.
Setelah menyelesaikan babak penyisihan, dari lima grup tersebut mencuat 8 tim yang berhak ke babak perempatfinal.
Delapan perempatfinalis itu adalah Bireuen, Aceh Selatan, Langsa, Aceh Barat, Banda Aceh, Pidie, Simeulue, dan Subulussalam.
Tarung di babak 8 besar kian ketat dan mendebarkan karena mengadopsi sistem gugur.
Empat tim pun yakni Aceh Selatan, Pidie, Langsa, dan Banda Aceh kemudian sukses menempatkan diri ke semifinal.
Lalu, 4 semifinalis ini berduel untuk merebut dua tiket ke babak final.







