Menurut Iswanto, penyemprotan ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya tanaman padi yang terserang hama wereng.
“Sebagai antisipasi, kita akan lakukan lokalisasi dengan radius 25 hektar untuk disemprot pestisida ½7 agar serangan hama wereng ini tidak semakin meluas,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP, MSi, mengatakan, hasil monitoring OPT tanaman padi Aceh Besar di Kecamatan Kota Jantho, Indrapuri, Kuta Malaka dan Lhoong untum Varietas Galur, Inpari dan Ciherang dangan umur tanam 65 hingga 85 hari setelah tanam (HST) terserang hama wereng. Luas tanam 2567 hektar sedangkan luas terserang sekitar 19,5 hektar.
“Intensitas serangan tergolong ringan, populasi hama yang menyerang 5-25 ekor perumpun. Jadi solusi sementara, segera dilakukan pengendalian dengan Insektisida seperti, Applaud, Starfidor, untuk mempercepat waktu panen dan menanam Varietas yang tahan untuk musim tanam berikutnya,” kata Jakfar
Selain itu, pemberian pupuk K untuk mengurangi kerusakan dan perlu pengamatan secara berkala.
“Kita dapat bantuan Insektisida dari UPTD BPTPHPatau Lab Banda Aceh dalam bentuk Aplaud, Sidabas dan Mipcinta, semuanya sudah kita salurkan untuk petani, dan alhamdulillah sudah dilakukan penyemprotan,” ujarnya.
Terkait penanganan terhadap serangan hama wereng di Kecamatan Lhoong, Camat Lhoong Rauza Das mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya segera melaporkan perihal tersebut kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan mereka telah turun meninjau ke lokasi pada hari Kamis yang lalu.






