Syahrizal, mengutarakan, selama tujuh tahun terakhir, sejak tahun 2017, IKAL Aceh beberapa kali telah melakukan kajian melalui seminar, diskusi, training wawasan kebangsaan. Dan salah satu ikon DPD IKAL Aceh saat ini adalah “ngopi kebangsaan” yang sekarang sudah menjadi ikon IKAL Nasional dan telah diadopsi oleh beberapa DPD IKAL lain di tanah air.
“Hasil dari kajian dan diskusi yang dilakukan selama ini, kita buat rekomendasi untuk disampaikan ke pemerintah Aceh, IKAL Pusat, Gubernur Lemhannas dan pemangku kepentingan lainnya,”ujarnya.
Saat ini, DPD Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas Aceh memiliki tidak kurang 500 an alumni Lemhannas, baik itu alumni PPRA, PPSA, TOT, TAPLAI, dan P3DA yang bekerja sebagai birokrat, akademisi, politisi, agamawan, guru, praktisi, jurnalis, usahawan dan sebagainya.[]






